Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian, sehingga membutuhkan partisipasi berbagai pihak, termasuk para kyai dan pondok pesantren. dalam kunjungan pada hari ulang tahun ke 32 pondok pesantren Wali Songo Gomang Laju Lor Kecamatan Singgahan Tuban jum'at ( 25/12 ). Menakertrans Muhaimin Iskandar mengajak pengasuh pondok pesantren meningkatkan peranannya dalam membangun SDM yang berkualitas dan mandiri sesuai kebutuhan zaman, " Pada zaman revolusi, peranan pesantren sangat besar, dan saat ini pun masih tinggi. Saya mengajak pesantren untuk menghasilkan santri yang berkualitas, baik dalam ilmu agama maupun keterampilan untuk bisa mandiri, " pintanya di depan ribuan hadirin. Hadir pada acara tersebut Kepala Disnakertransduk Jatim Gentur Prihantono, pejabat pemerintah Tuban, utusan dari Keraton Solo Hadiningrat, para kyai dan keluarga santri.
Ketua Ikatan Santri Ponpes Walisongo Setiadjit mengatakan, pendidikan di pesantren Walisongo bukan hanya mengandalkan ilmu agama, namun juga keterampilan untuk hidup mandiri, sehingga di lingkungan pondok tersedia sekolah umum mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Pesantren Walisongo juga memiliki SMK Kehutanan, mengingat lokasi pondok berada di kawasan hutan jati Perum Perhutani. "
Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, kami mengharapkan pemerintah, melalui bapak menteri, bisa memberikan pelatihan kerja bagi para santri, " katanya. Pelatihan kerja ini diharapkan akan menjadi bekal para santri kelak untuk mandiri dalam masyarakat.
Muhaimin mengatakan, pemerintah memiliki komitmen yang tinggi pada pendidikan di pondok pesantren, mengingat pesantren sudah menjadi tempat pendidikan bagi masyarakat sejak zaman dahulu. Lulusan pesantren juga telah menjadi tulang punggung pembangunan, terutama dalam bidang peningkatan kualitas keagamaan. Namun, sesuai dengan perkembangan zaman, peningkatan kemampuan non agama, kini juga dilakukan oleh berbagai pondok pesantren.
( SDM PLUS, EDISI 108, DESEMBER 2009 )